Butuh Bantuan? Customer service Griya Annur siap melayani dan membantu Anda.
Selamat datang diwebsite Griya Annur Herbal 😊 CV. Griya Annur menggunakan mesin modern berstandart tinggi dan bahan baku berkualitas yang sudah melalui uji lab. Memberi kesempatan bagi anda yang ingin memiliki Produk EXCLUSIVE dengan brand dan design milik kalian sendiri 😊
Beranda » Artikel Terbaru » Adakah Dampak Negatif saat Bayi Menjalani MPASI Dini?

Adakah Dampak Negatif saat Bayi Menjalani MPASI Dini?

Diposting pada 20 April 2022 oleh admin | Dilihat: 9 kali

Makanan pendamping ASI atau MPASI idealnya diberikan ketika bayi berusia 6 bulan. Namun, pada beberapa kondisi, bisa juga dilakukan MPASI dini atau pemberian makanan pendamping sebelum usia bayi 6 bulan. Lalu, apakah ada dampak negatif saat bayi menjalani MPASI dini?

Sebenarnya, MPASI dini tidak berbahaya selama masih mengikuti anjuran dari dokter anak. Pada beberapa kondisi, ketika dokter anak menganjurkan, memberikan MPASI dini bisa bermanfaat bagi anak. Misalnya, ketika anak dinilai perlu asupan gizi tambahan selain ASI, atau saat ASI yang diproduksi ibu kurang memadai.

Risiko Memberikan Bayi MPASI Dini

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), usia bayi paling tepat untuk mendapatkan MPASI yaitu saat menginjak 6 bulan. Namun, jika orangtua ingin memberikan MPASI dini, ada beberapa risiko yang harus diperhitungkan.

Pada beberapa kasus, bayi yang MPASI dini bisa mengalami gangguan lambung, usus, hingga kehilangan nyawa. Hal itu biasanya terjadi karena MPASI yang diberikan kurang tepat, seperti terlalu padat, sehingga lambung bayi belum siap mencernanya.

Lebih jelasnya, berikut ini risiko memberikan bayi MPASI dini yang perlu diketahui:

1.Tersedak 

Ada kemungkinan bayi mengalami tersedak ketika MPASI dini yang diberikan justru masuk ke saluran pernapasan. Hal ini karena bayi masih berada dalam tahap mengenali proses memasukkan makanan dan menelannya.

2.Luka pada Usus

Lendir dalam usus bayi di bawah usia 6 bulan belum bisa berfungsi optimal. Hal ini membuat adanya risiko luka pada usus akibat makanan yang masuk ke dalamnya.

3.Obesitas 

Pemberian MPASI dini yang kurang diperhatikan nutrisinya. Misalnya diberi makanan olahan dengan tambahan pemanis buatan, dapat meningkatkan risiko obesitas. Selain itu, makanan padat bisa juga mengandung kalori yang terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kebutuhannya. Hal ini bisa membuat berat badan bayi melebihi angka ideal.

4.Menurunnya Kekebalan Tubuh

Ketika bayi hanya mengonsumsi ASI secara eksklusif, ada kekebalan pasif yang melindungi tubuh mereka dari serangan penyakit. Namun, jika bayi diberikan MPASI dini, ada kemungkinan tubuh dimasuki kuman dari makanan yang diolah. Selain itu, risiko mengalami alergi juga mungkin saja terjadi.

5.Diare

Karena “belum waktunya”, saluran cerna bayi belum siap mengolah makanan padat. Jika dipaksakan, bayi bisa saja mengalami diare hingga konstipasi. Hal ini terjadi karena ketidaksiapan saluran cerna menerima makanan padat.

Begini Cara Tepat Memberikan Bayi MPASI Dini

Jika bayi memang direkomendasikan oleh dokter untuk mendapatkan MPASI dini, orangtua tidak perlu ragu dan mendengarkan kontroversi di luar sana. Selama dokter menganjurkan dengan berbagai pertimbangan, dan orangtua yakin pemberian MPASI dini lebih bermanfaat untuk kesehatan anak, ketimbang menunggu hingga usianya 6 bulan, sah-sah saja melakukannya.

Namun, kondisi setiap anak bisa berbeda-beda. Jadi, jangan hanya sekadar ikut-ikutan atau mendengar kata orang-orang di sekitar yang belum bisa dipastikan validitasnya. Banyak-banyak berkonsultasi dengan dokter anak yang memang ahli di bidangnya.

Jika dokter menganjurkan MPASI dini, pastikan untuk mengikuti arahannya. Berikut ini hal penting yang perlu diingat jika ingin memberikan bayi MPASI dini:

  • Berikan jenis makanan yang lembut dan mudah dicerna, seperti pisang, alpukat, ubi, atau wortel. Pastikan menghaluskannya hingga benar-benar lembut.
  • Hindari penambahan gula atau garam dalam MPASI.
  • Berikan menu tunggal sebagai MPASI bayi dan tunggu hingga 3 hari untuk memperkenalkan menu lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui ada alergi yang terjadi atau tidak.
  • Berikan makanan saat bayi dalam posisi duduk dan kepalanya sudah tegak.
  • Pastikan kebersihan seluruh pengolahan dan alat untuk MPASI dini.

Ketika bayi menjalani MPASI dini, pahamilah bahwa ia sedang dalam fase mengenali aktivitas baru, berupa makan. Jadi, perkenalkan proses ini secara perlahan agar mereka terbiasa dan menganggapnya sebagai hal yang menyenangkan, bukan tekanan.

Sama halnya dengan terlalu dini memberikan MPASI, terlambat memberikan MPASI juga dapat menimbulkan serangkaian dampak negatif pada kesehatan. Berikut di antaranya

  • Kekurangan nutrisi

Di usia enam bulan ke atas, ASI sudah tidak mencukupi lagi kebutuhan bayi, sehingga harus ditunjang dengan MPASI. Bila pemberiannya terlambat, dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya gangguan tumbuh kembang. Salah satunya gagal tumbuh yang berisiko menyebabkan stunting atau anak pendek. Selain itu dikhawatirkan pula terjadi kekurangan zat besi yang dapat menyebabkan terjadinya anemia yang berdampak pada kemampuan konsentrasi atau kemampuan belajarnya.

  • Kemampuan oromotor kurang terstimulasi

Oromotor dapat distimulasi dengan mengenalkan MPASI dengan berbagai tekstur atau konsistensi, rasa, dan suhu. Celakanya, bila oromotor tidak terstimulasi dampaknya bisa menyebabkan berbagai kondisi, berikut di antaranya: – Anak terlalu banyak mengeces/drolling. – Anak mengalami kesukaran mengunyah dan menelan. – Pada sebagian kasus, anak menjadi mengemut makanan dalam waktu lama, sehingga kesehatan mulut mengalami gangguan. Dampak lebih lanjut, gigi anak terancam rusak, pertumbuhan rahang terganggu seperti maloklusi.

  • Kemampuan oromotor kurang terstimulas

Oromotor dapat distimulasi dengan mengenalkan MPASI dengan berbagai tekstur atau konsistensi, rasa, dan suhu. Celakanya, bila oromotor tidak terstimulasi dampaknya bisa menyebabkan berbagai kondisi, berikut di antaranya: – Anak terlalu banyak mengeces/drolling. – Anak mengalami kesukaran mengunyah dan menelan. – Pada sebagian kasus, anak menjadi mengemut makanan dalam waktu lama, sehingga kesehatan mulut mengalami gangguan. Dampak lebih lanjut, gigi anak terancam rusak, pertumbuhan rahang terganggu seperti maloklusi

Bagikan informasi tentang Adakah Dampak Negatif saat Bayi Menjalani MPASI Dini? kepada teman atau kerabat Anda.

Adakah Dampak Negatif saat Bayi Menjalani MPASI Dini? | Produsen Obat Herbal

Belum ada komentar untuk Adakah Dampak Negatif saat Bayi Menjalani MPASI Dini?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published.

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 50%
Madu Bidara

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000 Rp 150.000
Tersedia
Rp 75.000 Rp 150.000
Stok: Tersedia
OFF 45%
Madu OB Kiddos

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 55.000 Rp 100.000
Tersedia
Rp 55.000 Rp 100.000
Stok: Tersedia
OFF 30%
Vicos 100ml

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 48.000 Rp 69.000
Tersedia
Rp 48.000 Rp 69.000
Stok: Tersedia
OFF 41%
Obat Batuk Herbal Dewasa

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 50.000 Rp 85.000
Tersedia
Rp 50.000 Rp 85.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR