Butuh Bantuan? Customer service Griya Annur siap melayani dan membantu Anda.
Selamat datang diwebsite Griya Annur Herbal šŸ˜Š CV. Griya Annur menggunakan mesin modern berstandart tinggi dan bahan baku berkualitas yang sudah melalui uji lab. Memberi kesempatan bagi anda yang ingin memiliki Produk EXCLUSIVE dengan brand dan design milik kalian sendiri šŸ˜Š
Beranda » Artikel Terbaru » Apa itu penyakit campak?

Apa itu penyakit campak?

Diposting pada 16 March 2022 oleh admin | Dilihat: 25 kali

Campak adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Penyakit ini ditandai denganĀ ruam kulitĀ di seluruh tubuh dan gejala seperti flu.

CampakĀ atau disebut juga rubeola disebabkan oleh virus. Umumnya, gejala muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah tubuh terkena virus campak tersebut. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak dan bisa berakibat fatal. Namun, penyakit ini bisa dicegah dengan mendapatkan vaksin.

Campak merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dari keluargaĀ paramyxovirus.Penularan umumnya terjadi melalui percikan liur yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi saat ia bersin dan batuk. Siapa pun yang menghirup percikan liur tersebut akan tertular campak. Virusnya sendiri bisa bertahan selama beberapa jam dan dengan mudah menempel pada benda-benda. Jika seseorang menyentuh benda yang sudah terkontaminasi oleh virus campak, maka besar kemungkinan ia akan tertular.

Gejala Campak Sebagai Berikut:

Gejala awal infeksi campak biasanya berupa batuk berdahak, pilek, demam tinggi dan mata merah. Anak-anak mungkin juga memiliki bintik-bintik koplik (bintik-bintik merah kecil dengan pusat biru-putih) di dalam mulut sebelum ruam dimulai. Ruam kemudian akan muncul 3ā€“5 hari setelah gejala awal dimulai. Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya, ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.

Berikut ini merupakan gejala campak, yaitu:

  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
  • Menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus, dan sakit tenggorokan
  • Lemas dan letih
  • Demam tinggi
  • Sakit dan nyeri
  • Tidak bersemangat dan kehilangan selera makan
  • Diare atau/dan muntah-muntah
  • Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan

Penyabab CampakĀ 

Umumnya, kondisi ini lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun. Namun, siapapun bisa terinfeksi virusnya. Seseorang juga semakin rentan untuk terkena campak bila belum pernah terkena penyakit tersebut atau belum mendapatkan vaksinasi.

Berikut ini beberapa faktor risiko campak:

  • Belum Mendapatkan VaksinasiĀ 

Kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini bila belum menerima vaksin campak.

  • Bepergian ke Luar Negeri

Bila kamu bepergian ke Negara berkembang, di mana kondisi ini sering terjadi, kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut.

  • Kekurangan Vitamin A

Orang yang kurang mengonsumsi asupan vitamin A juga berisiko mengalami gejala dan komplikasi campak yang parah.

Pengobatan Sakit Campak:

Sebenarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk campak, baik pada bayi juga orang dewasa. Alasannya, tidak seperti infeksi bakteri, campak disebabkan infeksi virus yang tidak sensitif terhadap antibiotik.

Virus dan gejalanya bisa hilang dalam waktu sekitar dua sampai tiga minggu. Hal yang bisa dilakukan oleh orangtua adalah mengurangi tingkat keparahannya, yaitu dengan:

1. Banyak istirahat

Kunci mengatasi campak pada bayi anak adalah dengan memperbanyak istirahat. Oleh karena itu, pastikan anak mengurangi aktivitas fisik dan bermainnya untuk sementara waktu.

Dengan mendapatkan istirahat yang cukup, sistem kekebalan tubuh anak Anda pun akan semakin kuat untuk melawan infeksi virus yang berkembang biak di dalam tubuhnya.

2. Batasi kontak dengan lingkungan sekitar

Orang yang terkena penyakit ini harus ā€œdiasingkanā€ sementara waktu karena penyakit ini bersifat sangat menular. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk membatasi si kecil dari kontak dengan lingkungan sekitarnya, supaya tak menular ke teman-temannya.

Jika anak sudah memasuki usia sekolah, mintalah izin untuk tidak masuk sekolah hingga demam dan ruamnya hilang.

Pisahkan pula anak yang terkena penyakit ini dari saudaranya, terutama bila memiliki anak bayi yang belum menerima imunisasi campak.

Untuk anggota keluarga atau kontak yang rentan, dapat diberikan vaksinasi atau human immunoglobulin untuk pencegahan. Ada baiknya juga anak diberi masker untuk membatasi penularan melalui batuk atau bersin.

Yang tidak kalah penting, pisahkan semua peralatan mandi maupun makan yang digunakan si kecil apabila ia terkena penyakit ini. Hal ini dilakukan supaya menghindari penularan campak pada bayi dan anak lewat kontak tidak langsung.

3. Jangan takut mandi

Banyak orang yang meyakini bahwa bayi dan anak yang kena campak tidak boleh terkena air karena hal itu akan memperparah bercak merah di kulitnya.

Akibatnya, tidak sedikit orangtua yang tidak memperbolehkan anaknya untuk mandi.

Faktanya, setelah anak sudah tidak demam, orangtua dapat memandikannya seperti biasa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gatal karena ruam sekaligus memberikan kenyamanan untuk si kecil.

Ketika mandi, pakailah sabun yang tidak mengiritasi kulitnya yang sedang bermasalah. Setelah mandi, keringkan tubuh si kecil dengan kain lembut dan berikan bedak khusus gatal pada badannya.

4. Minum banyak air putih

Campak biasanya memunculkan gejala awal demam tinggi. Demam tinggi yang terjadi ini umumnya akan menguras cairan dan elektrolit tubuh.

Oleh karena itu, berikan minum yang cukup untuk menjaga cairan tubuh dan mengganti cairan yang hilang. Apalagi jika anak juga mengalami muntah dan diare.

5. Minum obat pereda nyeri

Untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit, Anda atau anak Anda bisa minum obat pnurun demam dan pereda nyeri, seperti aspirin (paracetamol) dan ibuprofen.

Namun, yang harus diingat, jangan memberikan aspirin pada anak di bawah 16 tahun.

Hal ini dapat menyebabkan anak terkena sindrom Reyeā€™s. Penggunaan antibiotik jarang dilakukan kecuali jika dokter menemukan infeksi lain yang dialami oleh si kecil.

Selain itu minum vitamin A juga mampu membantu mempercepat pemulihan kondisi jika Anda atau si kecil mengalami penyakit ini. Dosis vitamin A yang diberikan adalah:

  • Bayi usia kurang dari 6 bulan 50.000 IU/hari, diberi 2 dosis.
  • Usia 6-11 bulan 100.000 IU/hari, 2 dosis.
  • Usia di atas 1 tahun 200.000 IU/hari, 2 dosis.
  • Anak dengan tanda defisiensi vitamin A, 2 dosis pertama sesuai usia, dilanjutkan dosis ketiga sesuai usia yang diberikan 2-4 minggu kemudian.

Selalu konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen tambahan. Pasalnya dosis dan aturan pakai setiap suplemen mungkin berbeda.

Apa saja pengobatan rumahan untuk mengatasi penyakit campak?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi penyakit campak pada bayi dan anak di antaranya:

  • Kontrol tepat waktu untuk melihat perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan anak.
  • Ikuti semua saran yang diberikan dokter dengan baik,
  • Tutup mulut saat sedang batuk, bila perlu selalu gunakan masker.
  • Bersihkan tangan anak secara teratur.

Bagikan informasi tentang Apa itu penyakit campak? kepada teman atau kerabat Anda.

Apa itu penyakit campak? | Produsen Obat Herbal

Belum ada komentar untuk Apa itu penyakit campak?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published.

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 51%
Duralove

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 73.900 Rp 150.000
Tersedia
Rp 73.900 Rp 150.000
Stok: Tersedia
OFF 50%
Madu Bidara

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000 Rp 150.000
Tersedia
Rp 75.000 Rp 150.000
Stok: Tersedia
OFF 36%
Vicos 60 ml

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 25.000 Rp 39.000
Tersedia
Rp 25.000 Rp 39.000
Stok: Tersedia
OFF 36%
Olive Oil 60ml

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 25.000 Rp 39.000
Tersedia
Rp 25.000 Rp 39.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR