Butuh Bantuan? Customer service Griya Annur siap melayani dan membantu Anda.
Selamat datang diwebsite Griya Annur Herbal 😊 CV. Griya Annur menggunakan mesin modern berstandart tinggi dan bahan baku berkualitas yang sudah melalui uji lab. Memberi kesempatan bagi anda yang ingin memiliki Produk EXCLUSIVE dengan brand dan design milik kalian sendiri 😊
Beranda » Artikel Terbaru » Bahaya Dibalik Enaknya Kol Goreng

Bahaya Dibalik Enaknya Kol Goreng

Diposting pada 11 March 2022 oleh admin | Dilihat: 22 kali

Bagi kamu pecinta penyetan atau pecel lele, rasanya kurang lengkap tanpa kol goreng. Lalapan yang satu ini disukai karena teksturnya renyah dan terasa nikmat. Gak heran kalau jadi primadona banyak orang. Jika dulu kol dihidangkan dalam bentuk lalapan segar bersama selada dan mentimun, kol yang digoreng kini menjadi favorit banyak orang karena rasanya yang gurih.

Bahaya terlalu banyak makan kol goreng

Walaupun sayuran ini memiliki banyak sekali manfaat yang menyehatkan, bukan berarti kamu bisa makan kol goreng sepuasnya. Karena justru hal ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Dampak buruk kol goreng bagi kesehatan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Terlebih, jika sayur ini dimasak dengan minyak, yang tentunya akan memicu kolesterol tinggi. Proses penggorengan juga akan menghancurkan dan menghilangkan beberapa jenis vitamin yang terkandung pada kol, seperti vitamin A, B, C, dan K.

1. Menambah Jumlah Kalori

Seperti jenis sayuran pada umumnya, kol sangat rendah kalori. Setengah bonggol kol mentah seberat 100 gram bahkan hanya mengandung 22 kalori. Hal ini disebabkan karena sekitar 92 persen dari seluruh bobot kol merupakan air. Kalori kol goreng lebih tinggi karena adanya kalori ekstra dari minyak goreng. Saat digoreng, kol menyerap banyak minyak. Jika sesendok makan minyak goreng memberikan hampir 45 kalori, bayangkan jika Anda memakan banyak kol goreng dalam satu waktu.

Wah, bahaya banget untuk kamu yang sedang melakukan diet, ya..

2. Memicu Kanker

Tahukah Moms, bahwa kol yang digoreng terlalu lama dapat menjadi pemicu kanker ? Terlebih bila berada dalam suhu yang tinggi dan minyaknya telah dipakai berkali-kali. Kol memiliki senyawa antikanker yang disebut sulphoraphane. Sulphoraphane bekerja dengan menghambat enzim histone deacetylase. Enzim ini berperan dalam perkembangan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit, pankreas, dan prostat. Proses menggoreng dengan suhu panas dan memakai minyak banyak atau yang digunakan berkali-kali dapat menyebabkan kolatasi oksidasi. Sehingga, kadar radikal bebas yang bersifat karsinogenik (pemicu tumbuhnya sel kanker) akan meningkat.

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kol mentah sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan jantung lantaran tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang berbahaya. Namun, apabila digoreng dengan suhu yang tinggi, sayuran ini akan menyerap sebagian minyak goreng. Kandungan lemak jenuh serta kolesterol jahat (LDL) dalam minyak goreng dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti obesitas dan serangan jantung.

4. Obesitas

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dampak buruk kol goreng selanjutnya adalah dapat menyebabkan obesitas. Kol goreng sangat tidak dianjurkan bagi Moms yang ingin memiliki berat badan ideal. Sayuran yang baik dikonsumsi untuk penambah serat ini, setelah digoreng justru dapat menambah berat badan. Kol yang digoreng otomatis akan mengandung lemak jenuh dan kolesterol jahat lantaran dapat menyerap kandungan tidak sehat dari minyak. Jika Moms mengonsumsinya dalam porsi banyak atau frekuensi yang sering, risiko untuk mengalami kenaikan berat badan semakin tinggi, sehingga berisiko terkena obesitas.

5. Tidak Baik untuk Kulit

Selain itu, dampak buruk kol goreng selanjutnya berkaitan dengan kesehatan kulit. Kol goreng tidak baik bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Pada dasarnya, kulit membutuhkan ragam nutrisi yang terkandung dalam sayur kol. Namun jika kol digoreng, nutrisi tersebut akan hilang. Menggoreng kol juga dapat membuat dapat membuat kulit mudah berminyak dan berjerawat. Kol goreng juga akan menambah sel mati pada kulit, sehingga meningkatkan risiko penuaan dini.

6. Merusak kandungan Nutrisinya

Kol sangat kaya akan nutrisi. Seratus gram kol segar mengandung 2,1 gram protein, 0,5 gram lemak, dan 3,6 gram karbohidrat. Sayuran ini juga kaya serat, vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin K, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan mangan. Sayangnya, proses menggoreng suhu tinggi bisa merusak nutrisi, seperti dilansir dari studi Journal of Agricultural and Food Chemistry. Mengukus, merebus, dan menumis merupakan cara memasak yang lebih sehat untuk menjaga nutrisi sayuran.

Tips Mengolah Kol Goreng yang Sehat

1. Menggoreng Tanpa Minyak

Segala makanan yang digoreng tanpa minyak tentu akan lebih baik bagi kesehatan maupun kecantikan, termasuk dengan sayuran kol.

Nah Moms, berikut adalah cara memasak kol goreng tanpa minyak yang pastinya lebih sehat:

  • Membakar kemudian memanggangnya dengan mentega sehat.
  • Menggunakan metode air frying, yakni cara memasak tanpa minyak. Namun untuk cara ini, Moms harus menggunakan alat air fryer.

2. Tidak Menggunakan Minyak Bekas

Satu di antara penyebab yang membuat kol goreng menjadi tidak sehat adalah penggunaan minyak berulang alias minyak bekas yang kerap dilakukan penjual di warung-warung makan. Menggoreng dengan minyak bekas dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi tubuh, di antaranya:

  • Kandungan gizi dan antioksidan pada kol akan hilang saat digoreng.
  • Meningkatkan penyerapan lemak tidak jenuh yang dapat menyebabkan kolesterol jahat dalam tubuh juga naik.
  • Meningkatkan risiko paparan pada zat penyebab kanker.

Mengacu pada hal tersebut, Moms harus hindari menggunakan minyak berulang saat menggoreng kol dan makanan lain, ya!

3. Tidak Menggoreng Terlalu Lama

Sayur apa pun memang tidak dianjurkan diolah terlalu lama. Kandungan vitamin dan zat gizi pada sayuran akan mudah rusak karena suhu yang panas. Tak terkecuali sayur kol. Oleh karena itu, Moms tidak boleh menggoreng kol terlalu lama. Selain itu, perhatikan juga kondisi kol tersebut. Jika tekstur kol sudah cukup layu atau sedikit kering, segera angkat dan tiriskan kol goreng tersebut.

Itu dia informasi seputar kol goreng dan bahayanya untuk kesehatan. Sesekali kamu boleh saja mengonsumsi sayuran goreng termasuk kol sebagai pendamping menu makan. Namun, tetap ingat untuk membatasi jumlahnya dan jangan mengonsumsinya terlalu sering guna mencegah risiko terkena berbagai penyakit ya !

Bagikan informasi tentang Bahaya Dibalik Enaknya Kol Goreng kepada teman atau kerabat Anda.

Bahaya Dibalik Enaknya Kol Goreng | Produsen Obat Herbal

Belum ada komentar untuk Bahaya Dibalik Enaknya Kol Goreng

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published.

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 40%
Madu Jawara

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 59.900 Rp 100.000
Tersedia
Rp 59.900 Rp 100.000
Stok: Tersedia
OFF 30%
Vicos 100ml

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 48.000 Rp 69.000
Tersedia
Rp 48.000 Rp 69.000
Stok: Tersedia
OFF 44%
Madu Subur Kandungan

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000 Rp 135.000
Tersedia
Rp 75.000 Rp 135.000
Stok: Tersedia
OFF 30%
Mangosta

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 70.000 Rp 100.000
Tersedia
Rp 70.000 Rp 100.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR