Butuh Bantuan? Customer service Griya Annur siap melayani dan membantu Anda.
Selamat datang diwebsite Griya Annur Herbal 😊 CV. Griya Annur menggunakan mesin modern berstandart tinggi dan bahan baku berkualitas yang sudah melalui uji lab. Memberi kesempatan bagi anda yang ingin memiliki Produk EXCLUSIVE dengan brand dan design milik kalian sendiri 😊
Beranda » Artikel Terbaru » Benarkah Tidur setelah Sahur Bikin Badan Gemuk, ko bisa?

Benarkah Tidur setelah Sahur Bikin Badan Gemuk, ko bisa?

Diposting pada 26 April 2022 oleh admin | Dilihat: 10 kali

Kurangnya waktu tidur karena harus bangun sahur saat puasa membuat tak sedikit orang kembali tidur setelah sahur karena masih mengantuk. Sebenarnya, bolehkah langsung tidur setelah sahur? Lalu, apakah kebiasaan yang kerap terjadi selama bulan Ramadan ini bisa membuat tubuh menjadi gemuk? Bukan tanpa alasan, menurut opini yang beredar, tidur setelah sahur tidak dianjurkan karena dapat memicu terjadinya kegemukan.

Sebab, metabolisme tubuh cenderung akan menjadi lebih lambat apabila tubuh dalam kondisi tidur atau istirahat. Alhasil, diyakini bahwa asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak. Jika kondisi ini terus berlanjut, tentunya lemak akan terus bertambah dan membuat berat badan makin meningkat. Benarkah demikian?

Tidur Setelah Sahur Tidak Bikin Gemuk

Nyatanya, apabila diamati dari sisi kesehatan, tidur setelah sahur tidak menimbulkan masalah. Bahkan, para pakar kesehatan beranggapan hal tersebut bisa meningkatkan kualitas tidur. Tak heran jika hal ini akan menimbulkan pertanyaan dari masyarakat. Lalu, mana yang benar?

Sebenarnya, belum ditemukan studi ilmiah yang menunjukkan hubungan antara tidur setelah makan dan peningkatan berat badan. Meski demikian, ada pula yang beranggapan bahwa orang-orang dengan kebiasaan makan sebelum tidur makan memang cenderung akan mengalami peningkatan berat badan.

Namun, perlu diperhatikan kembali bahwa orang yang mengalami peningkatan berat badan atau menjadi lebih gemuk ini biasanya karena mengonsumsi camilan sebelum pergi tidur di malam hari. Adanya kalori tambahan yang masuk ke dalam tubuh inilah yang menjadi penyebab utama berat badan bertambah. Sementara ketika sahur, kamu menyiapkan energi untuk tetap kuat saat puasa sampai waktu berbuka tiba.

Artinya, selama asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh memenuhi kebutuhan nutrisi dan tidak berlebihan, tidur setelah sahur kecil kemungkinannya membuat tubuh menjadi gemuk.

 

Waspadai GERD saat Puasa

Masalah yang terjadi apabila kamu kembali tidur setelah sahur sebenarnya lebih mengarah pada aspek kesehatan. Kebiasaan ini dapat memicu asam lambung naik, terutama untuk orang-orang yang mengidap GERD. Ini disebabkan karena posisi tidur yang bisa membuat katup pada lambung dan kerongkongan tidak tertutup sempurna. Akibatnya, asam lambung akan naik dan menyebabkan munculnya heartburn atau sensasi seperti terbakar pada dada, batuk kronis, dan sakit tenggorokan.

Inilah mengapa, kamu disarankan untuk tidak langsung tidur setelah sahur alias memberikan jeda waktu setelah sahur apabila hendak kembali beristirahat. Sebaiknya, selesaikan santap sahur tidak terlalu mepet dengan waktu imsak, dan biarkan lambung beristirahat sambil menanti waktu Subuh. Setelahnya, baru kamu dapat pergi tidur lagi.

Jadi, selama asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak berlebihan dan mengandung nutrisi lengkap, tidur setelah sahur tidak memberikan dampak secara langsung terhadap peningkatan berat badan. Namun, apabila kamu mengalami gejala GERD saat puasa, jangan memaksakan diri

 

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa kembali tidur?

apabila makanan yang dikonsumsi saat sahur kaya karbohidrat, protein, dan sayuran, maka dibutuhkan sekitar tiga jam untuk makanan turun sempurna dari lambung.

Jika langsung tidur kurang dari waktu cerna yang direkomendasikan, akan berdampak mengganggu pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh.

Oleh sebab itu, usahakan untuk tetap aktif setidaknya 3 jam setelah makan sahur. Anda bisa melakukan ibadah subuh, seperti salat dan mengaji. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membersihkan dapur atau kegiatan lainnya yang bermanfaat.

Sebagai kompensasi kurang tidur, Anda bisa ‘mencuri’ tidur siang sebentar atau menundanya sampai sore.

1. Refluks

Refluks asam atau istilah medisnya Gastro-esophageal Reflux Disease (GERD) terjadi karena katup antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya. Ini biasanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi yaitu perubahan posisi menjadi telentang.

Posisi telentang atau miring dapat menyebabkan makanan yang belum sepenuhnya dicerna di lambung mudah naik ke kerongkongan. Apalagi jika usai makan berat, Anda akan bangun dengan perut kembung.

Tidur setelah makan sahur dapat memicu GERD karena tubuh tidak dalam posisi tegak–posisi ideal untuk mencerna makanan. Jika kebiasaan tersebut dibiarkan dalam jangka waktu lama, bisa memicu asam lambung.

Panas di dada, tenggorokan panas, mual, bersendawa, dan mulut pahit adalah gejala yang menunjukkan refluks. Tentunya ini akan membuat rasa tak nyaman ketika berpuasa. GERD dapat dicegah dengan menunggu makanan hingga tuntas tercerna setidaknya tiga jam sebelum tidur.

2. Menurunkan kualitas tidur

Kebiasaan langsung tidur setelah sahur, terutama makan makanan berlemak dapat menurunkan kualitas tidur. Saat kenyang, Anda mungkin akan terasa mengantuk, tetapi akan muncul perasaan gelisah sehingga membuat mudah terbangun saat tidur.

Makanan tinggi lemak seperti goreng-gorengan atau olahan daging (processed food) butuh waktu yang lebih lama untuk dicerna, sehingga beri jeda waktu agar makanan tercerna agar tidur Anda lebih nyenyak.

3. Menaikkan berat badan

Sudah jadi rahasia umum bahwa dampak dari kebiasaan langsung tidur usai makan membuat berat badan melonjak naik. Tak heran, ketika Ramadan banyak orang bukan bertambah kurus tapi justru sebaliknya.

Hal ini disebabkan Anda mengonsumsi lebih banyak kalori ketimbang yang dibakar. Kurangnya aktivitas fisik saat berpuasa dan langsung pergi tidur usai makan membuat tubuh menimbun lemak karena Anda tidak memberikan kesempatan untuk membakar kalori yang masuk.

Terlebih seseorang dengan riwayat keluarga dengan badan obesitas dan punya kebiasaan tidur setelah makan akan berkali-kali lipat berisiko mengalami kelebihan berat badan.

Selain itu, Profesor dari Missouri State University Jeremy Barnes menjelaskan bahwa ketika orang tidur, terjadi peningkatan kadar hormon grehlin, merujuk ScientificAmerican.

Efek peningkatan hormon grehlin adalah munculnya rasa lapar ketika bangun. Jika Anda menerapkan hal ini saat puasa, tentu berat badan akan berangsur-angsur naik dan sulit turun.

4. Peningkatan asam lambung

Setiap kali kita makan dan makanan melewati tenggorokan, tahapan selanjutnya adalah makanan masuk ke dalam esofagus yang berfungsi melumat serta mengantarkan makanan ke lambung.

Ketika sampai di lambung, konsistensi makanan sudah menjadi halus menyerupai cairan atau pasta. Jika proses cerna tak sempurna, makanan yang masih kasar dalam lambung dapat mengiritasi dinding lambung dan memicu asam lambung.

Gejala yang dirasa saat asam lambung yakni nyeri di sekitar lambung atau perut kiri atas. Bisa juga terasa sensasi panas di dada. Bagi yang mudah mulas dan sakit perut, sebaiknya hindari kebiasaan tidur selepas makan.

5. Sakit tenggorokan

Langsung tidur setelah sahur juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Sensasi panas tak cuma dirasakan di dada saja tetapi juga di daerah tenggorokan. Ini disebabkan oleh efek lanjutan refluks asam atau GERD.

ketika tubuh berbaring dengan perut penuh, katup antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya membuat asam lambung mudah naik ke tenggorokan dan menimbulkan sensasi terbakar pada tenggorokan.

Jika kondisi itu dibiarkan memperburuk akan menyebabkan peradangan.

6. Sembelit

Biasanya, pengosongan lambung manusia membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam setelah makan. Dengan posisi berbaring atau tiduran dapat menghambat proses pengosongan lambung.

Jika ini terus terjadi bisa memicu sembelit atau kesulitan buang air besar. Untuk mencegahnya, hindari makanan yang tinggi lemak, gula, dan kafein dalam menu sahur.

Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran agar proses pencernaan menjadi lebih lancar.

7. Serangan jantung

Kebiasaan langsung tidur setelah makan ternyata punya dampak yang sama buruknya dengan meluapkan emosi yang meledak-ledak, mengutip ScienceDaily.

Menurut penelitian, orang yang makan berat dan langsung tidur kurang dari dua jam saja 2,8 kali lebih mungkin mengalami peningkatan tekanan darah sepanjang malam.

Apabila tekanan darah tidak kunjung turun dan terus-menerus terjadi dalam waktu yang lama, akan meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya.

bahaya langsung tidur setelah makan sahur bagi kesehatan tubuh. Memang terkadang sulit menahan kantuk ketika perut sudah kenyang usai sahur. Namun, tidak ada salahnya menahan sedikit waktu tidur demi kesehatan jangka panjang.

Anda juga tidak disarankan untuk tidak makan sahur sama sekali selama berpuasa.

Triknya agar tetap mendapat energi cukup selama puasa namun tidak membahayakan sistem pencernaan dan kesehatan tubuh lainnya, Anda bisa memajukan waktu sahur satu jam lebih awal agar memberi tubuh cukup waktu untuk mencerna makanan.

Kemudian, pilihlah menu sahur yang tinggi serat agar proses cerna lebih cepat, dan jauhi makanan cepat saji (fast food) dan berlemak karena sangat padat kalori.

Bagikan informasi tentang Benarkah Tidur setelah Sahur Bikin Badan Gemuk, ko bisa? kepada teman atau kerabat Anda.

Benarkah Tidur setelah Sahur Bikin Badan Gemuk, ko bisa? | Produsen Obat Herbal

Belum ada komentar untuk Benarkah Tidur setelah Sahur Bikin Badan Gemuk, ko bisa?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published.

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 47%
Madu Qusthul Hindi Habbazait

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 79.000 Rp 150.000
Tersedia
Rp 79.000 Rp 150.000
Stok: Tersedia
OFF 45%
Dutabee Kids Boost

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 55.000 Rp 100.000
Tersedia
Rp 55.000 Rp 100.000
Stok: Tersedia
OFF 25%
Annur Madu Randu

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 180.000 Rp 240.000
Tersedia
Rp 180.000 Rp 240.000
Stok: Tersedia
OFF 92%
Madu Raja Hitam Pahit

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 125.000 Rp 1.580.000
Tersedia
Rp 125.000 Rp 1.580.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR