Jika sudah terdiagnosis hipertensi, Anda perlu rutin memeriksa tekanan darah. Ini bisa Anda lakukan sendiri di rumah, menggunakan tensimeter.

Dengan menjalani pola hidup sehat, Anda dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan menghindari komplikasinya. Jangan lupa juga untuk rutin memeriksakan diri ke dokter guna memantau kondisi kesehatan Anda.

Obat herbal penurun tekanan darah tinggi yang alami

Obat herbal merupakan produk yang dibuat dari tanaman untuk mengobati penyakit tertentu atau menjaga kesehatan tubuh. Jenis obat ini umumya memiliki beragam bentuk, seperti kapsul, bubuk, cair, atau tanaman yang sudah dikeringkan dan dicincang. Cara menggunakannya pun beragam, ada yang langsung ditelan seperti pil, diminum, atau diseduh seperti teh.

Menggunakan obat-obatan herbal tersebut untuk hipertensi sebenarnya tidak dilarang. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, sebab beberapa obat herbal justru berbahaya karena bisa berinteraksi dengan obat hipertensi yang Anda konsumsi. Bahkan, beberapa obat herbal pun dapat membuat hipertensi Anda semakin parah.

Anda pun perlu ingat bahwa tidak ada satupun obat herbal yang dapat mengobati tekanan darah tinggi. Penggunaan cara alami ini hanya dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah. Bahkan, beberapa di antaranya pun memerlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan kefektifannya.

Berikut berbagai tanaman dan rempah yang bisa kamu temukan secara mudah dan digunakan di rumah untuk membantu mengontrol hipertensi:

1. Kayu manis

Kayu manis sering digunakan untuk menambah rasa pada beberapa masakan. Namun ternyata, rempah jenis ini juga bisa digunakan sebagai salah satu obat hipertensi tradisional.

Sebuah studi yang dipublikasikan di journal Nutrition menyebutkan bahwa kayu manis berhubungan dengan penurunan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, pada orang dengan diabetes tipe 2. Meski demikian, kayu manis belum terbukti secara langsung dapat mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dibutuhkan untuk membuktikannya.

Seperti diketahui, diabetes memang merupakan salah satu penyebab hipertensi, terutama hipertensi sekunder. Kondisi ini bisa terjadi karena resistensi insulin pada penderita diabetes dapat menyebabkan naiknya tekanan darah.

3. Jahe

Selain untuk menghangatkan tubuh, jahe juga termasuk dalam obat herbal yang sering digunakan untuk menurunkan darah tinggi secara alami. Penelitian yang dilakukan pada hewan membuktikan bahwa jahe bisa meningkatkan sirkulasi darah dan mengendurkan otot-otot di sekitar pembuluh darah.

Zat aktif dalam jahe, yaitu saponin, flavonoid, amine, alkaloid, dan terpenoid, terbukti dapat meningkatkan relaksasi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, pada tikus. Meski demikian, penelitan mengenai efek jahe pada tekanan darah manusia masih belum begitu banyak dan umumnya masih menggunakan dosis yang rendah. Hasil dari penelitiannya pun belum begitu meyakinkan.

4. Basil

Selain bermanfaat sebagai bumbu penyedap masakan, daun basil juga merupakan obat herbal yang mengandung banyak manfaat untuk kesehatan Anda, termasuk tekanan darah tinggi .

Bumbu dapur ini bekerja menyerupai obat calcium-channel blocker, yaitu salah satu jenis obat hipertensi yang sering kali diresepkan dokter. Pasalnya, ekstrak dari daun basil mengandung eugenol, yaitu zat kimia yang dapat memblokir reaksi kalsium yang bisa menyempitkan pembuluh darah.

5. Akar kucing

Pernah dengar tanaman bernama akar kucing atau cakar kucing? Tanaman ini sering kali digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya obat alami penurun darah tinggi.

Serupa dengan daun basil, akar kucing sebagai obat darah tinggi alami dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan cara menghambat kalsium di dalam sel-sel tubuh Anda. Anda bisa menemukan obat darah tinggi alami ini dalam bentuk suplemen di apotek.

Obat herbal dan bahan-bahan alami di atas memang bisa menjadi pilihan untuk mengontrol tekanan darah tinggi atau hipertensi. Namun, mengonsumsi obat herbal bukanlah hal utama dalam pengobatan hipertensi. Dokter tentu lebih merekomendasikan untuk menerapkan gaya hidup sehat serta mengonsumsi obat darah tinggi.