Bagi ibu hamil, makanan dan minuman yang dikonsumsi memang perlu diperhatikan. Wanita yang tengah hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang agar nutrisi pada tubuh dan janin di dalamnya terpenuhi.
Tidak jarang, bagi ibu hamil mengkonsumsi minuman probiotik, salah satunya Yakult. Minuman probiotik ini dipercaya baik untuk kesehatan termasuk untuk ibu hamil.
Yakult merupakan salah satu produk olahan susu yang difermentasi menggunakan bakteri baik Bernama Lactobacillus casei. Kandungan bakteri baik di dalamnya, membuat minuman ini baik untuk melancarkan pencernaan dan mengatasi masalah sembelit.
Yakult sendiri memiliki komposisi yang terdiri dari:
Bakteri baik lactobacillus casei memiliki peranan penting pada kesehatan tubuh, terutama pada masalah pencernaan. Berikut manfaat mengkonsumsi minuman probiotik bagi kesehatan.
Pada dasarnya tidak ada larangan atau pantangan bagi ibu hamil mengkonsumsi minuman probiotik (Yakult) ini. Kandungan bakteri baik lactobacillus casei yang terdapat di dalam Yakult membuat minuman ini baik dikonsumsi oleh berbagai kalangan.
Bagi ibu hamil, Yakult dapat membantu melancarkan masalah pencernaan serta mengatasi sembelit yang biasanya dialami oleh ibu hamil.
Masalah pencernaan seperti sembelit atau diare merupakan keluhan umum pada ibu hamil. Jika masalah tersebut terjadi pada trimester awal maka disebabkan adanya perubahan hormon yang mengakibatkan pergerakan usus menjadi lambat sehingga membuat susah buang air besar (sembelit).
Jika kondisi ini terjadi pada trimester akhir disebabkan kondisi perut yang sudah mulai membesar akan memberikan dampak pada pergerakan usus, sehingga proses pencernaan menjadi terganggu.
Yakult tidak berbahaya bagi hamil selama diminum dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan. Selain itu, para ibu hamil juga harus memperhatikan tanggal kadaluarsa minuman tersebut.
Pada umumnya, minuman probiotik ini tidak memiliki efek samping yang berbahaya. Meski demikian, minuman ini bisa menyebabkan beberapa efek samping yang ringan bagi pemula yang mengkonsumsi Yakult pertama kali.
Salah satu efek samping yang ditimbulkan jika Anda pertama kali atau mengkonsumsi Yakult berlebihan adalah alergi. Hal ini lantaran bakteri lactobacillus casei yang terkandung di dalam Yakult dapat memicu meningkatnya produksi histamin dalam sistem pencernaan.
Histamin merupakan molekul yang terbentuk oleh sistem imun karena adanya ancaman, seperti virus atau bakteri.
Ketika kadarnya baik maka pembuluh darah akan membesar sehingga menimbulkan adanya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. Kondisi ini juga yang menyebabkan gejala-gejala alergi.
Salah satu manfaat mengonsumsi minuman probiotik dapat membantu melancarkan pencernaan. Namun, jika Anda mengkonsumsinya dalam jumlah berlebihan justru dapat menyebabkan kondisi sebaliknya, yakni membuat perut kembung.
Bagi beberapa orang, mengkonsumsi Yakult secara berlebihan bisa membuat orang mengalami penumpukan gas sehingga membuat adanya penumpukan gas serta rasa kembung di perut.
Efek samping lainnya yang mungkin terjadi yakni bagi orang-orang yang memiliki intoleransi laktosa maka kemungkinan dapat memicu adanya gangguan pencernaan.
Pada dasarnya minuman probiotik merupakan minuman yang tergolong aman. Meski begitu, jika dikonsumsi secara berlebihan membuat minuman ini memiliki potensi yang dapat meningkatkan risiko adanya infeksi.
Bagi beberapa orang bahkan dapat mengalami infeksi bakteri maupun jamur akibat mengkonsumsi probiotik berlebihan. Kondisi ini terjadi pada orang-orang yang mengalami sistem kekebalan tubuh yang lemah. Efek samping ini termasuk yang sangat jarang ditemukan.
Mengkonsumsi probiotik memang baik untuk kesehatan. Namun, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pada awal kehamilan. Berikut beberapa tips yang perlu Anda lakukan saat usia kehamilan trimester awal.
Pada saat awal kehamilan, disarankan untuk mengonsumsi asam folat. Asam folat penting untuk perkembangan janin. Asam folat memiliki peranan penting untuk mencegah cacat lahir pada janin, seperti spina bifida hingga anencephaly.
Zat besi merupakan salah satu yang diperlukan oleh ibu hamil terutama pada awal kehamilan. Jika ibu hamil kekurangan zat besi maka dapat menyebabkan anemia serta mempengaruhi kondisi kehamilan dan berpengaruh pada perkembangan janin.
Anemia menjadi salah satu keluhan umum yang dialami oleh ibu hamil. Maka dari itu untuk mengatasinya, konsumsi zat besi yang cukup.
Selama ibu melalui proses kehamilan, usahakan untuk melakukan istirahat yang cukup. Pasalnya, kondisi tiap ibu hamil berbeda-beda. Kurangnya
waktu istirahat bisa memicu kelelahan hingga dapat meningkatkan risiko flek serta keguguran.
*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:
*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:
*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:
Belum ada komentar untuk Ibu Hamil Minum Yakult, Apakah Berbahaya?