Butuh Bantuan? Customer service Griya Annur siap melayani dan membantu Anda.
Selamat datang diwebsite Griya Annur Herbal 😊 CV. Griya Annur menggunakan mesin modern berstandart tinggi dan bahan baku berkualitas yang sudah melalui uji lab. Memberi kesempatan bagi anda yang ingin memiliki Produk EXCLUSIVE dengan brand dan design milik kalian sendiri 😊
Beranda » Artikel Terbaru » Mengenal Skizofrenia Dan Kapan Ciri-Ciri Skizofrenia Mulai Muncul pada Seseorang?

Mengenal Skizofrenia Dan Kapan Ciri-Ciri Skizofrenia Mulai Muncul pada Seseorang?

Diposting pada 13 May 2022 oleh admin | Dilihat: 9 kali

Apakah anda pernah mendengar istilah skizofrenia? Gangguan skizofrenia adalah penyakit kejiwaan yang dapat mengganggu pikiran dan perilaku seseorang. Penderita skizofrenia cenderung mengalami halusinasi, delusi, dan memiliki pikiran yang kacau. Dalam jangka panjangnya, apabila skizofrenia tidak ditangani seseorang tidak bisa membedakan realita dengan halusinasi dalam pikirannya sendiri. Selain itu, mereka cenderung tidak mampu mengingat dengan baik dan tidak bisa mengendalikan pikirannya sendiri. Hal tersebut menyebabkan mereka menjadi dihiraukan dan diasingkan oleh orang lain di lingkungannya.

Kira-kira lebih bahaya mana, gangguan mental atau fisik? Bagi kamu yang memilih gangguan atau penyakit fisik, rasanya perlu berpikir ulang. Sudah akrab kan dengan skizofrenia? Jangan sekali-kali meremehkan gangguan mental ini, lho.

Di Indonesia, sebanyak 14% penderita gangguan skizofrenia masih mengalami pemasungan dan sebanyak 15,8% keluarga di Indonesia memiliki penderita gangguan jiwa, salah satunya adalah skizofrenia. Di Jawa Barat, proporsi  rumah tangga yang memiliki penderita skizofrenia telah meningkat sebesar 3% dari tahun 2013 menjadi 5%. Pada dasarnya, pemasungan tidak perlu dilakukan karena penderita skizofrenia bisa sembuh apabila menjalankan pengobatan yang tepat.

Contoh gejala gangguan skizofrenia:

  1. Halusinasi: Memiliki keyakinan yang sangat kuat terhadap halusinasinya sendiri tanpa ada bukti eksak yang bisa menguatkan realita halusinasi orang tersebut. Meskipun sudah dinyatakan dengan bukti, orang yang menderita skizofrenia tetap memiliki keyakinan atas halusinasinya.
  2. Delusi: Merasa mendengar suara dan melihat sesuatu yang berada disekitarnya. Padahal, orang lain tidak bisa mendengar atau melihat hal tersebut.
  3. Gangguan proses pemikiran: Berbicara dengan dirinya sendiri, menangis atau tertawa secara tidak terduga, kurangnya logika dan akal sehat

Proses pemikiran penderita juga akan mengalami hambatan. Ia akan mulai berbicara dengan dirinya sendiri, mudah menangis, dan tertawa pada momen-momen tertentu yang tidak terduga.

Kedua, gejala yang meliputi emosi contohnya adalah:

  1. Mudah marah dan cepat emosi
  2. Sering tertawa sendiri terhadap hal-hal yang tidak lumrah
  3. Menghiraukan kebersihan diri: jarang menjaga kebersihan diri seperti tidak ingin mandi, menggosok gigi, dan sebagainya.
  4. Merasa tidak ada kebahagiaan yang bisa dirasakan:

Kurangnya motivasi untuk memulai atau melaksanakan suatu kegiatan, Paranoia ataua kecemasan berlebihan, Ketakutan melihat tempat umum yang ramai, Memiliki suasana hati yang tertekan atau menjadi sangat sensitif

Proses penyembuhan:

Skizofrenia merupakan penyakit kejiwaan yang memiliki potensi untuk disembuhkan, tetapi ada beberapa faktor yang berperan dalam proses penyembuhan:

  1. Mengonsumsi obat: obat yang diterima pasien harus dikeluarkan oleh dokter yang mengerti kondisi tubuh pasien. Seiring orang tersebut membaik, dosis bisa dikurangi, tetapi obat harus dikonsumsi seumur hidup untuk mencegah kambuhnya penyakit skizofrenia.
  2. Terapi kognitif dan perubahan tingkah laku: terapi ini dapat dilakukan oleh dokter dengan tujuan untuk melatih cara berpikir seseorang. Selain cara berpikir, cara bertindak juga bisa dilatih melalui terapi ini.
  3. Support dari keluarga dan lingkungan: faktor ini merupakan faktor yang cukup dominan dalam proses penyembuhan penderita skizofrenia. Support dari keluarga dan lingkungan akan menciptakan fondasi yang kuat bagi penderita untuk memulai dan melanjutkan proses penyembuhannya.

Munculnya Gejala Skizofrenia

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang bisa menyerang siapa saja. Anak-anak hingga lansia punya risiko terserang skizofrenia. Lalu, kapan gejala skizofrenia mulai muncul? Sebenarnya gejala awal skizofrenia umumnya muncul di masa remaja.

Sayangnya, ciri-ciri skizofrenia yang muncul di masa ini sering disalah artikan. Alasannya, gejala awal skizofrenia sering dikira sebagai perilaku, sikap, atau sifat yang dinilai wajar terjadi pada masa remaja. Untuk pria, gejala awal skizofrenia ini biasanya muncul di usia 15–30 tahun. Sementara itu, pada wanita bisa muncul pada usia 25–30 tahun.

Lalu, seperti apa saja gejala awal skizofrenia yang mesti diwaspadai?

    • Mudah menjadi marah dan depresi.
    • Cenderung mengasingkan diri dari lingkungan sekitar orang lain.
    • Terjadinya perubahan pola tidur.
    • Kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah.
    • Kurang konsentrasi dan motivasi.

Gejala Positif dan Negatif 

Sebenarnya para ahli telah membagi gejala gangguan mental ini menjadi dua kategori, yaitu positif dan negatif. Berikut ini penjelasan dari dua kategori gejala penyakit tersebut:

1. Gejala Positif

Biasanya berupa delusi (meyakini sesuatu yang bertolak belakang dengan kenyataan), halusinasi, pikiran kacau, dan adanya perubahan perilaku.

2. Gejala Negatif

Gejala skizofrenia negatif adalah kondisi ketika sifat dan kemampuan yang dimiliki orang normal, seperti konsentrasi, pola tidur normal, dan juga memiliki motivasi hidup menjadi hilang. Umumnya, gejala tersebut ditambah dengan ketidakmauan seseorang untuk bersosialisasi dan merasa tidak nyaman saat bersama orang lain.

Ciri-ciri orang yang mengidap gejala skizofrenia negatif, yaitu terlihat apatis dan buruk secara emosi, tidak peduli terhadap penampilan diri sendiri, dan menarik diri dari pergaulan. Gejala negatif ini bisa berlangsung selama beberapa tahun, sebelum pengidapnya mengalami gejala awal.

Sekali lagi, janganlah menganggap remeh masalah mental yang satu ini. Pasalnya, hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan skizofrenia secara total. Namun, ada terapi berupa perawatan psikososial atau rehabilitasi yang efektif dapat membuat pengidap skizofrenia memiliki kehidupan yang produktif, sukses, dan mandiri. Dengan obat dan terapi yang tepat, sekitar 25 persen dari pengidap skizofrenia bisa sembuh.

Bagikan informasi tentang Mengenal Skizofrenia Dan Kapan Ciri-Ciri Skizofrenia Mulai Muncul pada Seseorang? kepada teman atau kerabat Anda.

Mengenal Skizofrenia Dan Kapan Ciri-Ciri Skizofrenia Mulai Muncul pada Seseorang? | Produsen Obat Herbal

Belum ada komentar untuk Mengenal Skizofrenia Dan Kapan Ciri-Ciri Skizofrenia Mulai Muncul pada Seseorang?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published.

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 57%
Vitanoni

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 65.000 Rp 150.000
Tersedia
Rp 65.000 Rp 150.000
Stok: Tersedia
OFF 35%
Garlic Zaitun

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 55.000 Rp 85.000
Tersedia
Rp 55.000 Rp 85.000
Stok: Tersedia
OFF 43%
HRP Susut Perut

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 84.900 Rp 150.000
Tersedia
Rp 84.900 Rp 150.000
Stok: Tersedia
OFF 45%
Madu OB Kiddos

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 55.000 Rp 100.000
Tersedia
Rp 55.000 Rp 100.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR