Butuh Bantuan? Customer service Griya Annur siap melayani dan membantu Anda.
Selamat datang diwebsite Griya Annur Herbal 😊 CV. Griya Annur menggunakan mesin modern berstandart tinggi dan bahan baku berkualitas yang sudah melalui uji lab. Memberi kesempatan bagi anda yang ingin memiliki Produk EXCLUSIVE dengan brand dan design milik kalian sendiri 😊
Beranda » Artikel Terbaru » Obat Herbal atau Obat Kimia, Mana yang Lebih Baik?

Obat Herbal atau Obat Kimia, Mana yang Lebih Baik?

Diposting pada 9 April 2022 oleh admin | Dilihat: 19 kali

Perkembangan obat herbal dan kimia memang semakin pesat. Seakan saling saing, keduanya sama-sama berusaha untuk menjawab kebutuhan masyarakat global. Saat mengalami sakit, baik suplemen organik maupun sintetis dapat Anda pilih.

Obat kimia dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi rasa sakit yang dialami. Misalnya ibuprofen untuk sakit kepala, analgesik untuk flu, antihistamin untuk alergi, dan obat-obatan buatan manusia lainnya untuk atasi berbagai penyakit.

Selain itu, suplemen herbal juga tak kalah populer. Banyak orang menggunakan ginkgo biloba untuk meningkatkan daya ingat, suplemen bawang putih untuk menstabilkan tekanan darah, melatonin untuk membantu tidur yang lebih baik, dan suplemen minyak ikan untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

Lalu, benarkah anggapan bahwa obat herbal lebih baik daripada obat kimia ?

Perbedaan Obat Herbal dan Obat Kimia

Tanaman, buah, bunga, dan akar merupakan beberapa bahan dasar yang telah digunakan sejak lama sebagai campuran obat herbal. Obat yang berasal dari alam ini dipercaya memiliki efek samping yang hampir tidak ada, dan dianggap lebih ampuh daripada obat kimia.

Namun, baik obat herbal maupun sebagian besar obat kimia menggunakan bahan dasar tanaman. Jadi, anggapan bahwa suplemen sintetis tidak menggunakan bahan tanaman adalah salah.

Apakah Anda tahu bahwa aspirin, digoxin, dan morfin merupakan obat dengan bahan dasar yang berasal dari tanaman? Lalu, sebenarnya apa perbedaan dasar obat herbal dengan obat kimia yang beredar di pasaran?

Obat Herbal

Obat herbal biasanya berasal dari tanaman utuh tanpa penyaringan khusus untuk mendapatkan bahan aktif. Praktisi pengobatan herbal meyakini bahwa penggunaan tanaman secara utuh akan mengurangi efek racun (efek samping) dari penggunaan obat tersebut.

Penggunaan banyak tanaman berbeda dalam satu waktu biasa dilakukan. Hal ini dipercaya dapat memberikan efek sinergi dan meningkatkan efektivitas obat yang diracik. Padahal, penggunaan banyak tanaman dalam satu waktu berlawanan dengan praktik kedokteran modern yang menghindari polifarmasi.

Manfaat obat herbal bagi kesehatan banyak diakui. Terlebih lagi, suplemen organik ini mengandung lebih sedikit bahan kimia dan kemungkinan menyebabkan iritasi dan alergi lebih sedikit.

Meskipun baik untuk menjaga kesehatan, suplemen herbal biasanya tidak dapat mengobati penyakit.

Obat Kimia

Obat kimia konvensional biasanya menggunakan teknologi khusus untuk mengambil ekstrak atau bahan aktif tertentu dari tanaman yang digunakan sebagai bahan dasar.

Obat-obatan kimia diatur secara ketat oleh administrasi makanan dan obat-obatan. Kontrol kualitas dipastikan dan harus menjalani inspeksi sebelum dijual kepada publik. Bahan-bahan dalam obat semuanya terdaftar sehingga Anda tahu apa yang Anda dapatkan.

Obat kimia telah melalui tes ilmiah dan terbukti efektif, bahkan bekerja lebih cepat dan kadang-kadang secara instan. Selain itu, obat buatan manusia ini telah digunakan selama beberapa dekade untuk menyembuhkan kondisi yang mengancam jiwa termasuk kanker, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan lain-lain.

Namun, beberapa obat kimia dapat merusak organ jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Ada juga beberapa obat sintetis yang dapat menyebabkan kecanduan. Pasien yang membutuhkan obat resep untuk penggunaan jangka pendek dapat membuat dirinya kecanduan obat.

Obat-obatan buatan manusia juga bisa disalahgunakan. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati insomnia dan rasa sakit juga berfungsi ganda sebagai narkotika dan dapat berisiko membuat pasien kecanduan.

Obat Herbal Lebih Baik Dari Obat Kimia, Benarkah?

Obat herbal memang lebih aman dibandingkan obat kimia jika dilihat dari efek sampingnya. Namun, tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan obat herbal. Efeknya cenderung lebih lama karena obat herbal mengaktifkan fungsi normal tubuh untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak. Sementara obat kimia lebih efektif karena mengandung senyawa yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit tertentu.

Obat kimia, jika dipakai terus-menerus dan rutin, berisiko menyebabkan kerusakan hati, terutama jika penggunaannya melebihi dosis. Bahkan beberapa jenis obat menimbulkan kecanduan. Penggunanya merasa belum sembuh jika belum mengonsumsi obat tersebut.

Mengkonsumsi obat herbal minim efek sampingnya. Tapi, jika penyakitnya cukup berat, tentu kamu membutuhkan bantuan senyawa tertentu. Perhatikan juga kandungan obat herbal yang kamu konsumsi, dan pastikan kamu membeli obat herbal yang sudah terdaftar di BPOM.

 

Bagikan informasi tentang Obat Herbal atau Obat Kimia, Mana yang Lebih Baik? kepada teman atau kerabat Anda.

Obat Herbal atau Obat Kimia, Mana yang Lebih Baik? | Produsen Obat Herbal

Belum ada komentar untuk Obat Herbal atau Obat Kimia, Mana yang Lebih Baik?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published.

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 35%
Herbal Lancar BAK

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 65.000 Rp 100.000
Tersedia
Rp 65.000 Rp 100.000
Stok: Tersedia
OFF 47%
Kapsul Buah Merah BM PRO Griya Annur

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 79.900 Rp 150.000
Tersedia
Rp 79.900 Rp 150.000
Stok: Tersedia
OFF 35%
Kapsul Kunyit Putih Bio Griya Annur

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 65.000 Rp 100.000
Tersedia
Rp 65.000 Rp 100.000
Stok: Tersedia
OFF 45%
Dutabee Kids Boost

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 55.000 Rp 100.000
Tersedia
Rp 55.000 Rp 100.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR