Butuh Bantuan? Customer service Griya Annur siap melayani dan membantu Anda.
Selamat datang diwebsite Griya Annur Herbal ­čśŐ CV. Griya Annur menggunakan mesin modern berstandart tinggi dan bahan baku berkualitas yang sudah melalui uji lab. Memberi kesempatan bagi anda yang ingin memiliki Produk EXCLUSIVE dengan brand dan design milik kalian sendiri ­čśŐ
Beranda » Artikel Terbaru » penyebab Gagal Jantung dan Faktor Risikonya

penyebab Gagal Jantung dan Faktor Risikonya

Diposting pada 5 February 2022 oleh admin | Dilihat: 31 kali

Ada beragam penyebab gagal jantung dan hal-hal yang berisiko menimbulkan gagal jantung. Dengan mengetahui apa saja penyebab gagal jantung serta faktor risikonya tersebut, Anda bisa menghindari dan mengantisipasi kondisi ini

Gagal Jantung adalah kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah dan oksigen secara efektif ke seluruh organ tubuh yang membutuhkan. Akibatnya, banyak fungsi organ tubuh akan terganggu.

Gejala Gagal Jantung

Gejala utama gagal jantung adalah sesak nafas, cepat lelah  serta pembengkakan pada tungkai dan pergelangan kaki. Gejala ini dapat berkembang secara bertahap atau terjadi secara tiba-tiba.

Diagnosis Gagal Jantung

Sebagai langkah awal, dokter akan menanyakan hal-hal mengenai gejala dan penyakit yang pernah diderita, serta melakukan pemeriksaan. Beberapa tes penunjang juga dapat dilakukan, seperti tes darah, foto Rontgen, pemeriksaan rekam jantung, ekardiografi, CT scan, dan MRI.

Untuk gejala yang terjadi secara tiba-tiba, dokter akan melakukan tindakan penanganan terlebih dahulu untuk menstabilkan kondisi pasien, baru melakukan tes penunjang.

Pengobatan Gagal Jantung

Pengobatan dilakukan untuk meredakan gejala dan meningkatkan kekuatan jantung. Penderita disarankan untuk membatasi aktivitas, menjalani pola hidup sehat, serta akan diberikan obat-obatan sesuai kondisi yang diderita atau berdasarkan penyebab gagal jantung  yang dialami.

Pencegahan Gagal Jantung

Pencegahan utama gagal jantung adalah menjalani gaya hidup sehat. Tindakan ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi konsumsi garam dan gula, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara rutin, berhenti merokok, dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, juga perlu dilakukan untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan gagal jantung.

Kondisi ini dapat dikenali dengan munculnya beberapa gejala gagal jantung, seperti:

  • sesak nafas terutama saat melakukan aktivitas fisik atau saat berbaring.
  • Bengkak-bengkak di tubuh, misalnya di pergelangan kaki.
  • Jantung berdebar cepat.
  • Cepat lelah, terutama setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik tertentu.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Lebih sering pipis di malam hari.
  • Batuk-batuk yang tidak kunjung membaik dan dirasakan memberat di malam hari.
  • Sulit fokus dan konsentrasi.

Apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah temui dokter. Karena gejala tersebut juga bisa terjadi akibat penyakit lain, diperlukan pemeriksaan dari dokter untuk memastikan penyebabnya.

Penyebab dan Hal-Hal yang Dapat Meningkatkan Risiko Gagal Jantung

Gagal jantung adalah kondisi yang terjadi akibat adanya suatu penyakit kronis yang membuat jantung kaku, lemah, bekerja terlalu keras dalam jangka panjang, atau mengalami kerusakan struktural, misalnya pada otot atau katup jantung. Penyakit yang menyebabkan gagal jantung ini bisa berasal dari jantung maupun organ lain.

Berikut ini adalah sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan gagal jantung:

1. Penyakit jantung koroner

penyakit jantung koroner  adalah penyakit yang paling sering menjadi penyebab seseorang mengalami gagal jantung.

Penyakit jantung ini muncul akibat adanya sumbatan (plak) yang menghambat pembuluh darah jantung, sehingga aliran darah pada jantung menjadi tidak lancar. Akibatnya, otot jantung akan rusak akibat kekurangan pasokan oksigen, sehingga jantung tidak bisa memompa darah dengan baik. Hal inilah yang membuat penderita penyakit jantung koroner berisiko mengalami gagal jantung.

2. Hipertensi

Saat tekanan dalam pembuluh darah terlalu tinggi, jantung perlu bekerja lebih keras untuk memompa darah agar pasokannya ke seluruh organ tubuh terpenuhi. Apabila tekanan darah tinggi ini tidak diobati, otot jantung akan bekerja lebih berat untuk memompa darah.

Jika beban kerja jantung berlebihan akibat harus memompa darah lebih kuat, lama kelamaan otot jantung bisa menjadi lebih kaku, sehingga kemampuan jantung dalam memompa darah akan terganggu.

3. Katup jantung rusak

sistem peredaran darah  di dalam tubuh bisa diibaratkan dengan jalan satu arah. Bagian jantung yang bertugas untuk memastikan agar aliran darah dari dan menuju jantung tidak berbalik adalah katup-katup jantung. Oleh karena itu, ketika terjadi kerusakan pada katup jantung , aliran darah bisa terbendung dan menyebabkan gangguan pada jantung.

Aliran darah yang terhambat akibat kelainan katup jantung tersebut akan membuat jantung bekerja ekstra. Seiring waktu, jantung yang dipaksa untuk kerja berat akan melemah dan menyebabkan jantung tidak mampu lagi memompa darah secara normal, sehingga terjadilah gagal jantung.

4. Diabetes

Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gagal jantung. Risiko ini akan semakin besar apabila kadar gula darah penderita diabetes tidak terkontrol atau cenderung tinggi.

Ada beberapa alasan mengapa diabetes turut berperan dalam menimbulkan gagal jantung. Salah satunya adalah karena diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah jantung dan ginjal, sehingga fungsi jantung  lama-kelamaan terganggu.

Alasan lainnya adalah karena gula darah yang tinggi membuat darah pekat dan kental, sehingga jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal-hal tersebutlah yang menyebabkan penderita diabetes berisiko mengalami gagal jantung.

5. Aritmia

Aritmia adalah kondisi ketika irama jantung tidak normal , baik terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Saat irama jantung tidak normal, kondisi tersebut akan mengganggu fungsi jantung secara keseluruhan, tak terkecuali kemampuan jantung dalam memompa darah.

6. Kelainan atau kerusakan otot jantung (kardiomiopati)

Otot jantung memiliki peran besar dalam memompa darah. Jika otot jantung mengalami kerusakan , maka jantung akan sulit memompa darah dengan baik. Akibatnya, pasokan darah ke organ-organ tubuh akan terganggu.

Rusaknya otot jantung bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya faktor bawaan lahir, peradangan otot jantung, kelainan jaringan ikat, hingga hipertensi kronis.

7. Miokarditis

Miokarditis merupakan peradangan pada otot jantung yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Selain infeksi virus, miokarditis juga bisa disebabkan oleh infeksi parasit dan jamur, serta penyakit autoimun . Peradangan yang terjadi dapat mengganggu fungsi jantung, termasuk membuat jantung tidak bisa lagi memompa darah secara efektif.

8. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme kondisi ketika kadar hormon tiroid dalam darah tinggi. Tingginya kadar tiroid ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah memicu jantung berdetak lebih cepat. Jika tidak diobati, lama-kelamaan jantung yang berdetak cepat bisa melemah dan menyebabkan gagal jantung.

9. Penyakit jantung bawaan

Jika terdapat kelainan pada katup atau otot jantung akibat cacat jantung bawaan , bagian jantung yang sehat perlu bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah ke berbagai organ tubuh. Beban jantung yang meningkat ini pada akhirnya dapat menyebabkan jantung gagal berfungsi dengan baik.

Selain kondisi-kondisi di atas, ketidakmampuan jantung memompa darah juga bisa disebabkan oleh hipertensi , anemia, obesitas, penyakit ginjal, efek samping obat-obatan, alergi, infeksi, dan pembekuan darah di paru-paru.

Anda juga lebih berisiko mengalami gagal jantung jika memiliki beberapa kondisi berikut:

  • Berusia 65 tahun atau lebih.
  • Memiliki riwayat penyakit jantung atau serangan jantung.
  • Merokok.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Memiliki berat badan berlebih.
  • Jarang berolahraga.
  • Jarang mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Cukup banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berisiko tinggi mengalami gagal jantung. Untuk mencegah gagal jantung, Anda perlu rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter jantung , terlebih jika memiliki kondisi atau penyakit di atas.

Selain melakukan pemeriksaan, dokter juga akan menjelaskan upaya apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung dan organ tubuh Anda yang lain.

Gagal jantung sebaiknya dicegah sedini mungkin, karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan secara total. Jika sudah mengalami gagal jantung, upaya penanganan yang bisa dilakukan hanyalah untuk mengurangi beban kerja jantung dan membantu penderitanya untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

Bagikan informasi tentang penyebab Gagal Jantung dan Faktor Risikonya kepada teman atau kerabat Anda.

penyebab Gagal Jantung dan Faktor Risikonya | Produsen Obat Herbal

Belum ada komentar untuk penyebab Gagal Jantung dan Faktor Risikonya

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published.

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 50%
Kapsul Cacing Lumbrifit

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 50.000 Rp 100.000
Tersedia
Rp 50.000 Rp 100.000
Stok: Tersedia
OFF 51%
Duralove

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 73.900 Rp 150.000
Tersedia
Rp 73.900 Rp 150.000
Stok: Tersedia
OFF 57%
Vitanoni

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 65.000 Rp 150.000
Tersedia
Rp 65.000 Rp 150.000
Stok: Tersedia
OFF 50%
Madu Ananda

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000 Rp 150.000
Tersedia
Rp 75.000 Rp 150.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR