Butuh Bantuan? Customer service Griya Annur siap melayani dan membantu Anda.
Selamat datang diwebsite Griya Annur Herbal 😊 CV. Griya Annur menggunakan mesin modern berstandart tinggi dan bahan baku berkualitas yang sudah melalui uji lab. Memberi kesempatan bagi anda yang ingin memiliki Produk EXCLUSIVE dengan brand dan design milik kalian sendiri 😊
Beranda » Artikel Terbaru » Tips Mengajarkan Anak Makan Sendiri Secara Bertahap

Tips Mengajarkan Anak Makan Sendiri Secara Bertahap

Diposting pada 12 May 2022 oleh admin | Dilihat: 6 kali

Belajar makan sendiri merupakan salah satu proses perkembangan yang penting bagi anak. Bagi orang dewasa, tentu makan tanpa disuapi merupakan hal yang mudah dilakukan. Namun, untuk anak, mereka perlu belajar agar bisa makan sendiri dengan baik.

Mengajarkan anak untuk makan tanpa disuapi mungkin bukan merupakan hal yang mudah. Meski begitu, menyuapi anak terus-terusan sampai ia besar juga tidak baik. Hal ini hanya akan menghambat perkembangannya.

Terdapat beberapa cara yang tepat untuk mengajarkan anak makan sendiri. Para orangtua, mari simak tipsnya berikut ini!

Kenapa penting mengajarkan anak makan sendiri?

Sama seperti orang dewasa, makan merupakan kebutuhan dasar anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya guna mendukung perkembangan dan pertumbuhannya.

Keterampilan makan sendiri merupakan tahapan perkembangan anak yang sangat penting. Ini karena kegiatan makan melibatkan banyak kemampuan yang harus dikuasai anak.

Nah, berikut beberapa alasan mengapa penting mengajarkan anak untuk makan sendiri.

1. Belajar makan butuh banyak tahapan

Banyak tahapan yang harus dilalui anak untuk bisa mengantarkan makanan sampai ke dalam mulutnya sendiri.

Pertama, anak harus melihat makanannya dan mengambilnya dengan tangan.

Selanjutnya, anak perlu membawa makanan sampai ke mulut, menyesuaikan dengan letak mulutnya, membuka mulutnya, dan mengunyah sampai menelan makanan.

Setelah mampu makan dengan tangan, anak kemudian bisa mengembangkan kemampuan tersebut untuk makan dengan sendok dan garpu.

Anak mungkin akan sering menjatuhkan makanannya selama belajar makan tanpa disuapi, sehingga menyebabkan makanan menjadi berantakan.

2. Anak bisa belajar hal lainnya

Selain mengembangkan kemampuan makan, makan sendiri juga melibatkan banyak perasaan dan kemampuan indera anak.

Anak bisa belajar tentang rasa, tekstur, aroma dan suhu dari makanan yang ia konsumsi.

Sebagai contoh, anak akan mengetahui jenis makanan tertentu, seperti pisang dan kiwi, akan lebih mudah untuk digenggam dibandingkan dengan jenis makanan lain, misalnya mie.

selain itu, belajar memegang sendok merupakan salah satu cara mengembangkan keterampilan motorik halus anak.

Dengan makan tanpa disuapi, anak juga bisa mengembangkan kemampuannya untuk bisa mandiri.

Sama seperti kemampuan makan, kemandirian juga diperlukan anak untuk kehidupannya hingga ia dewasa.

Kapan anak perlu mulai belajar makan sendiri?

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, anak akan mampu menggunakan alat makan, seperti sendok dan garpu, dengan lebih baik saat berumur 12 bulan atau 1 tahun.

Oleh karena itu, masa ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mulai mengajarkan anak makan tanpa disuapi.

Namun, Anda bisa mencoba memperkenalkan kepada anak cara makan sendiri sedini mungkin sesuai dengan kemampuannya.

Tahapan mengajari anak makan sendiri

Saat Anda mulai memperkenalkan anak dengan makanan padat, anak mungkin sudah mulai menunjukkan keinginannya untuk makan tanpa disuapi.

Saat Anda menyuapi anak dengan sendok, ia mungkin ingin mencoba memegang sendok. Atau, ketika anak Anda melihat makanan, ia mungkin juga ingin mengambilnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

Itu merupakan awal yang baik. Anda hanya perlu mendukung anak dalam mencoba hal tersebut.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendukung anak dalam belajar makan sendiri.

1. Coba kenalkan cara makan sendiri sedini mungkin

Anda dapat mulai mengenalkan cara makan sendiri kepada anak saat usianya menginjak 8 bulan. Namun, beberapa anak mungkin juga bisa memulainya lebih cepat.

Jika dirasa mampu, coba ajarkan anak pada usia sekitar 6 bulan atau saat ia sudah diperkenalkan dengan makanan padat.

Namun, pastikan di usia ini si kecil sudah mampu mengambil benda di sekelilingnya, duduk sendiri, dan mengunyah makanan.

Meski begitu, perlu dingat bahwa perkembangan masing-masing anak dapat berbeda-beda.

Oleh karena itu, sebaiknya sesuaikan dengan kemampuan anak dan jangan memaksakan anak saat mengajarkan ia untuk makan tanpa disuapi.

2. Memberi anak makanan yang bisa dipegang oleh tangan (finger food)

Untuk tahap pertama, Anda bisa mulai dengan memberi anak makanan yang bisa dipegangnya (finger food).

Hal ini dapat melatih bagaimana anak menggenggam makanan lalu membawa sampai ke mulut dan memakannya.

Makanan yang bisa digunakan sebagai finger food adalah makanan yang mudah digenggam oleh anak dan bertekstur lunak.

Sebagai contohnya yaitu buah apel yang dipotong, pepaya yang dipotong kecil, brokoli kukus, wortel kukus, kentang rebus, dan sebagainya.

3.Beri pujian saat anak berhasil makan sendiri

Agar anak lebih bersemangat saat makan, Anda bisa memberikan pujian pada anak saat ia berhasil memasukan makanan ke dalam mulutnya.

Saat mendengar pujian dari Anda, anak akan terpacu untuk bisa makan tanpa disuapi dan juga menghabiskan makanannya.

Ketika anak berhasil menghabiskan makanan, berilah juga ia pujian agar ia mau selalu berusaha untuk menghabiskan makanan.

4. Mengenalkan anak dengan sendok sebagai alat untuk makan

Setelah anak sudah bisa makan sendiri dengan finger food, Anda bisa mulai mengajak anak untuk makan menggunakan sendok.

Tahapan memperkenalkan anak dengan sendok untuk makan dapat dimulai sekitar usia 13-15 bulan. Ini mungkin juga bisa berbeda-beda pada tiap anak.

Namun, membiarkan anak mencoba makan dengan sendok pada usia yang lebih dini dapat mendorongnya untuk belajar mengembangkan kemampuan makan sendiri.

5. Jangan memarahi anak saat makanannya berantakan

Ketika anak makan sendiri dengan sendok, makanan mungkin akan terjatuh dan menjadi berantakan. Anda mungkin akan merasa kesal saat anak selalu menjatuhkan makanannya.

Oleh karena itu, jangan memarahi anak atau bahkan berhenti mengajari anak untuk makan tanpa disuapi, saat cara makanan anak membuat kekotoran.

6. Mengenakan celemek makan pada anak

Untuk membantu Anda saat membersihkan makanan anak setelah makan, Anda bisa mengenakan celemek makan (bib) pada anak atau meletakan alas di bawah tempat makan anak.

Hindari membersihkan tangan anak terlalu sering saat berantakan karena makanan. Hal ini bisa membuat anak merasa terganggu saat makan hingga membuat anak tidak ingin menghabiskan makanannya.

Pada usia 18 bulan, anak biasanya akan lebih baik dalam menggunakan sendok. Lalu, pada usia 2 atau 3 tahun, anak mungkin sudah mampu menggunakan sendok untuk makan tanpa terjatuh.

Anda mungkin hanya perlu membantu memotong kecil-kecil makanan anak agar anak dapat mengambilnya dengan mudah.

Begini Cara Memberi Makan Anak yang Sedang Tumbuh Gigi

Si kecil tentunya jadi lebih rewel saat mulai memasuki masa pertumbuhan gigi. Tumbuhnya gigi dapat menimbulkan rasa tak nyaman pada anak. Selain harus mendengar rengekan si kecil yang lebih intens dari biasanya, Anda juga akan dihadapkan pada kesulitan untuk memberi makan anak saat gigi mereka tumbuh.

Jika sudah seperti itu, banyak orang tua yang kewalahan dan bahkan kerap berujung pada stres.

Tanda-tanda gigi tumbuh pada anak

Anda sebaiknya perlu memastikan terlebih dahulu bahwa tumbuh gigi adalah penyebab dari menurunnya nafsu makan anak dengan mengetahui berbagai tandanya. Menurut Asosiasi Gigi Amerika, gigi biasanya akan mulai mengalami pertumbuhan ketika anak memasuki usia 6-12 bulan.

Saat dilahirkan, bayi sebenarnya telah memiliki gigi lengkap yang berada di bawah gusinya. Gigi-gigi ini akan menembus gusi secara bertahap.

Kebanyakan pertumbuhan gigi dimulai dari gigi bawah lalu diikuti dengan gigi atas bagian tengah. Kemudian, sisanya akan tumbuh satu persatu sampai anak berusia tiga tahun.

Gejala anak tumbuh gigi yang muncul berbeda-beda. Selain susah makan, anak yang tumbuh gigi juga akan mengalami beberapa dari berbagai gejala berikut ini:

  • Gusi merah dan bengkak
  • Gusi luka
  • Keluar air liur
  • Anak sering menggigit benda padat
  • Rewel yang bisa diikuti dengan teriakan
  • Anak mudah gelisah dan marah

Fakta menariknya, kebanyakan gelagat susah makan yang ditunjukkan anak lebih sering terjadi saat gigi taring mereka yang akan tumbuh, dibandingkan dengan gigi seri atau gigi geraham.

Cara memberi makan anak yang sedang tumbuh gigi

Memberi makan anak yang sedang mengalami pertumbuhan gigi mungkin tidak akan mudah, tapi ada beberapa cara untuk menyiasatinya.

Pemilihan makanan yang tepat jadi hal penting agar anak lebih mudah untuk memakan makanannya. Beberapa pilihannya mencakup beberapa jenis-jenis berikut.

Makanan halus

Makanan halus tentunya akan lebih mudah diterima bagi anak-anak yang sedang tumbuh gigi. Terkadang sentuhan makanan dengan gusi akan memperburuk rasa nyeri.

Oleh karena itu, berikan makanan yang bisa langsung ditelan tanpa harus sering mengenai gusi.

Untuk beberapa saat mungkin Anda bisa memberi sup yang bertekstur seperti krim, buah dan sayur yang diblender, atau macaroni dan mie yang dimasak sampai lunak.

Makanan padat

Salah satu tanda anak sedang mengalami pertumbuhan gigi adalah munculnya kebiasaan menggigit beberapa benda bertekstur padat.

Hal ini dipercaya dapat memberikan rasa nyaman yang akan mengurangi nyeri di sekitar gusi. Kebiasaan ini juga memberi tekanan pada gigi yang akan tumbuh.

Coba berikan camilan berupa stik sayuran seperti wortel atau stik roti. Sebaiknya, hindari biskuit kering dalam kemasan karena biasanya produk tersebut mengandung gula yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Makanan dingin

Rasa nyeri pada sekitaran gusi sering diikuti dengan sensasi terbakar. Makanan seperti yogurt atau buah-buahan dari kulkas mungkin dapat membantu mengembalikan nafsu makan anak.

Sayangnya, pilihan jenis ini lebih terbatas karena ada beberapa makanan yang sebaiknya dihidangkan dalam keadaan hangat.

Cara lain yang juga bisa Anda lakukan adalah memberinya alat makan yang telah didinginkan di dalam kulkas seperti dot dan sendok. Namun, jangan dinginkan peralatan tersebut di dalam lemari pembeku karena benda yang terlalu dingin juga bisa melukai mulut anak.

Jangan khawatir bila tumbuh gigi membuat anak makan lebih sedikit dari biasanya. Anda masih bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dengan ASI atau susu formula.

Perlu diingat juga untuk selalu mengawasi anak saat mereka mengunyah makanannya agar bisa menghindari masalah seperti tersedak dan sebagainya.

Bagikan informasi tentang Tips Mengajarkan Anak Makan Sendiri Secara Bertahap kepada teman atau kerabat Anda.

Tips Mengajarkan Anak Makan Sendiri Secara Bertahap | Produsen Obat Herbal

Belum ada komentar untuk Tips Mengajarkan Anak Makan Sendiri Secara Bertahap

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published.

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 30%
Mangosta

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 70.000 Rp 100.000
Tersedia
Rp 70.000 Rp 100.000
Stok: Tersedia
OFF 35%
Kapsul Lancar BAB

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 64.900 Rp 100.000
Tersedia
Rp 64.900 Rp 100.000
Stok: Tersedia
OFF 25%
Honey Maag

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000 Rp 100.000
Tersedia
Rp 75.000 Rp 100.000
Stok: Tersedia
OFF 43%
Madu Kewanitaan Nisa Manja

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 100.000 Rp 175.000
Tersedia
Rp 100.000 Rp 175.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR